Page Title Image
Page Title Image
Page Title Image
Page Title Image

BMJ

Bali Medika Jurnal

Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perilaku Merokok Konvensional dan Elektrik Pada Remaja Di Kota Denpasar

Ni Luh Putu Devhy, A.A Istri Dalem Hana Yundari

Abstract


Latar Belakang: Jumlah remaja yang merokok elektrik khususnya pada siswa SMA semakin meningkat. Berdasarkan penelitian rokok elektrik memiliki bahaya yang sama dengan rokok konvensional, seperti menimbulkan kecanduan, penyakit berbahaya dan mengganggu perkembangan otak. Penelitian ini bertujuan menilai proporsi siswa SMA swasta yang merokok elektrik dan faktor yang memengaruhinya.

Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional study yang dilaksanakan di  suatu SMA swasta di Kota Denpasar  selama 3 bulan dari Januari  sampai Maret  2017. Sampel dipilih secara keseluruhan sebanyak 174 orang. Data dikumpulkan menggunakan angket. Analisis data untuk menilai faktor yang memengaruhi perilaku merokok elektrik menggunakan poisson regresi.

Hasil: Berdasarkan hasil penelitian rata-rata umur subyek adalah 16 tahun dan semuanya berjenis kelamin laki-laki. Proporsi siswa yang pernah mencoba-coba menggunakan rokok elektrik sebesar 61,38 % (72 orang) dan yang tetap atau aktif merokok elektrik sebesar 25,29% (44 orang).  Berdasarkan hasil analisis, faktor-faktor yang mempengaruhi merokok elektrik pada Siswa SMA swasta di Denpasar adalah siswa yang tidak percaya merokok berbahaya terhadap kesehatan berpeluang 2,8 kali untuk merokok elektrik secara aktif dibandingkan yang percaya (95%CI 1,6-4,8). Siswa yang mempunyai keluarga merokok berpeluang 2,5 kali untuk merokok elektrik dibandingkan yang tidak punya,  serta siswa yang mempunyai teman merokok berpeluang 2,6 kali untuk merokok elektrik dibandingkan yang tidak punya. 

Kesimpulan: Perilaku merokok elektrik secara aktif pada siswa SMA swasta di Denpasar tergolong tinggi. Ketidakpercayaan terhadap bahaya rokok terhadap kesehatan, adanya keluarga dan teman yang merokok terbukti sebagai faktor. Untuk itu penting edukasi yang dapat meyakinkankan mereka tentang bahaya rokok elektrik dan intervensi melalui pendekatan keluarga serta teman sebaya.

Keywords


Merokok elektrik, ketidakpercayaan terhadap bahaya rokok, Keluarga merokok, Teman merokok.

References


American Legacy Foundation, (2009) Electronic cigarette (“e-cigarette”) Fact Sheet..Diakses.tanggal.19-10-2010, http://www.americanlegacy.org/PDFPublications/ElectronicCigarette_FactSheet.pdf

Amstrong. 1990. Management Sumber Daya Manusia.Jakarta: PT Gramedia

Aritonang, MER. 1997. Skripsi Fenomena Wanita Merokok. Yogyakarta: UGM

Atkinson,dkk. 1997. Pengantar Psikologi. Diterjemahkan Dr. Widjaja Kusuma. Batam: Interaksara.

Bart,Smet. 1994. Psikologi Kesehatan. PT. Gramedia Widisarana Indonesia

BBKBN. 2009. Harapan Hidup pada 2019. http://www.bkkbn.go.id, diakses 29 April 2014.

Hurlock, Elizabeth, B. (1999). Psikologi Perkembangan: “ Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan” (Terjemahan Istiwidayanti & Soedjarno). Jakarta: Penerbit Erlangga.

http://www.mqmedia.com/tabloid_mq/apr03/mq_remaja_pernik.htm [on-line].

http://www.proquest.com/ [on-line].

Kemenkes RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2008, Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2007, Jakarta.

Kemenkes RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2011, Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2010, Jakarta.

Kosen S, 2012. Current Burden and Economic Costs of Major Tobacco Attributed Diseases in Indonesia. Presented at The World Conference on Tobacco or Health (WCTOH) 2012, Sdafingapore 20-24 march 2012.

Komasari, D. & Helmi, AF. (2000). Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Remaja. Jurnal Psikologi Universitas Gadjah Mada, 2. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Levy, M.R. (1984). Lyfe and Health. New York: Random House.

Mc Gee, dkk. (2005). Is Cigarette Smoking Associated With Suicidal Ideation Among Young People? : The American Journal of Psychology. Washington.

Monks, FJ & Knoers, AMP, Haditono, (1999). Psikologi Perkembangan : Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya, (Terjemahan Siti Rahayu Haditono). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mu’tadin, Z. (2002). Kemandirian Sebagai Kebutuhan Psikologis Pada Remaja. http://www.e-psikologi.com/remaja.050602.htm [on-line].

Notoatmodjo S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Edisi Revisi 2011. Jakarta: Rineka Cipta.

Ogden, Jane. (2000). Health Psychology. Buckingham : Open University Press.

Oskamp, Stuart. (1984). Applied Social Psychology. New Jersey : Prentice Hall.

Remaja dan Rokok. 2002. http://www.e-psikologi.com/remaja.050602.htm [on-line].

Sarafino.1994.Health Psycology.New York:John Wiley & Sons,Inc.

Sarwono, SW. 2004. Psikologi Remaja, Raja Grafindo Persada : Jakarta

Sitepoe.2001. Kekhususan Rokok Indonesia.Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia

Walgito, B 1991. Pengantar Psikologi Umum, Edisi Revisi, Cetakan keempat, Jogjakarta:Andi Offset

Welfare.Available from:http://www.aafa.org/display.cfm?id=9⊂=42#_ftn4.Diakses Pada

tanggal 01 Januari 2015

Westenberger, B.J. (2009) Evaluation of e-cigarettes. department of health & human services food and drug administration, center of drug evaluation and research division of pharmaceutical analysis,1-8.Diakses.tanggal.19-10-2010, www.fda.gov/downloads/drugs/scienceresearch/UCM173250.pdf

WHO (World Health Organisation) (2011). WHO Report on the Global Tobacco Epidemic, 2011. Accessed 11 December Available from: http://whqlibdoc.who.int/publications/2011/9789240687813_eng.pdf

.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Ni Luh Putu Devhy

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.