HUBUNGAN PERAN KADER KESEHATAN JIWA DENGAN KEKAMBUHAN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR TIMUR

RELATIONSHIP OF THE ROLE OF MENTAL HEALTH CADRES WITH RECURRENCE OF SCHIZOPHRENIA

  • Anak Agung Ketut Parwati STIKes Wira Medika PPNI Bali
  • Ni Ketut Ayu Mirayanti STIKes Wira Medika PPNI Bali
  • Ni Ketut Citrawati STIKes Wira Medika PPNI Bali

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia di Indonesia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk. Seseorang yang pernah mengalami gangguan skizofrenia akan kembali kambuh karena kondisi yang tidak terkontrol dan tidak meminum obat secara rutin. Pemberdayaan masyarakat seperti kader kesehatan jiwa bermanfaat untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah serta mempertahankan kesehatan jiwa masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kader kesehatan jiwa dengan kekambuhan skizofrenia. Jenis penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja  Puskesmas II Denpasar Timur, teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan sampel sebanyak 52 responden.

Hasil penelitian didapatkan, kekambuhan skizofrenia sebanyak 30 orang (57,7%) tidak kambuh dan sebanyak 22 orang (42,3%) kambuh, untuk peran kader kesehatan jiwa kategori kurang sebanyak 31 orang (59,6%) dan kategori baik sebanyak 21 orang (40,4%). Hasil uji chi-square didapatkan angka p value sebesar 0,947 (p>0,05), menunjukkan tidak ada hubungan peran kader kesehatan jiwa dengan kekambuhan skizofrenia di wilayah kerja  Puskesmas II Denpasar Timur.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk meningkatkan pemberdayaan kader kesehatan jiwa untuk membantu masyarakat mencapai kesehatan jiwa yang optimal.

 

Kata kunci : peran kader, kekambuhan skizofrenia

 

ABSTRACK

Mental disorder is one of the public health problems in Indonesia. The prevalence of severe psychiatric disorders, such as schizophrenia in Indonesia reaches about 400.000 people or as many as 1.7 per 1.000 inhabitants. A person who has experienced schizophrenic disorder will recur because of uncontrolled conditions and not taking medication regularly. Community empowerment such as mental health cadres is useful to identify and solve problems and maintain the mental health of the community.

The study aims to determine the relation of the role of mental health cadres with recurrence of schizophrenia. This type of research includes observational research with cross sectional approach. This research was conducted in the working area of Puskesmas II Denpasar Timur, sampling technique using consecutive sampling with the samples of 52 respondents.

The result of the research showed that recurrence of  schizophrenia as many as 30 people (57,7%) did not relapse and as many as 22 people 42,3%) relapse, for the role of mental health cadre of less category as many 31 people (59,6%) and category both as many as 21 people (40,4%). chi-square test results obtained p value of 0,947 (P>0.05), showed no correlation role of mental health cadres with recurrence of schizophrenia in work area Puskesmas II Denpasar Timur.

Based on the results of this study suggested to improve empowerment of mental health cadres to help people achieve optimal mental health.

 

Key words : role of cadres, recurrence of schizophrenia

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Anak Agung Ketut Parwati, STIKes Wira Medika PPNI Bali

Mahasiswa S1

Ni Ketut Ayu Mirayanti, STIKes Wira Medika PPNI Bali

Dosen S1 Keperawatan

Ni Ketut Citrawati, STIKes Wira Medika PPNI Bali

Dosen S1 Keperawatan

Published
2018-07-30
How to Cite
Parwati, A. A. K., Mirayanti, N. K. A., & Citrawati, N. K. (2018). HUBUNGAN PERAN KADER KESEHATAN JIWA DENGAN KEKAMBUHAN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR TIMUR. Bali Medika Jurnal, 5(1), 118-126. https://doi.org/10.36376/bmj.v5i1.25