DESCRIPTION OF DIABETES MELLITUS PATIENT’S SELF-EMPOWERMENT IN MANGUSADA HOSPITAL, BADUNG DISTRICT

  • Theresia Anita Pramesti STIKes Wira Medika PPNI Bali
  • I Putu Gede Adiatmika STIKes Wira Medika PPNI Bali

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol. Penderita diabetes melitus membutuhkan perawatan yang berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Self-empowerment diperlukan untuk membangun kepercayaan, meningkatkan harga diri, mengembangkan mekanisme koping dan meningkatkan keterampilan. Self-empowerment dapat memandirikan pasien, merubah pasien dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu menjadi mampu sesuai dengan keadaan pasien serta kemauan pasien untuk berubah. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan rancangan penelitian survei menggunakan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita diabetes mellitus tipe II di RSUD Kabupaten Badung Mangusada yang berjumlah 80 penderita, sample penelitian sebanyak 67 responden yang diperoleh dengan teknik nonprobability sampling, pendekatan yang digunakan adalah consecutive sampling.Hasil: Kesimpulan penelitian ini adalah aspek psikososial penderita DM tipe II sebagian besar adalah tinggi, ketidakpuasan dan kesiapan untuk berubah adalah cukup, pengaturan dan pencapaian tujuan adalah cukup, self-empowerment  adalah tinggi. Diskusi: Pemahaman responden terhadap Self-empowerment , cara menangani respon emosional pasien akibat lama menderita DM tipe II, dan cara mengatasi hambatan dalam melakukan perawatan diabetes melitus

Kata kunci: Self-empowerment , Diabetes Melitus Tipe II

 

ABSTRACK

Introduction: Type 2 Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be cured but can be controlled. People with diabetes mellitus need continuous care to improve the quality of life better. Self-empowerment is needed to build trust, increase self-esteem, develop coping mechanisms and improve skills.  Self-empowerment can empower patients, change patient’s knowledge from not knowing to know, from unable to be able, according to the patient's condition and the patient's willingness to change.Method: This research was conducted with descriptive research design with survey research design approach using cross-sectional. The population of this study were all type II diabetes mellitus patients in Badung Mangusada District Hospital which consisted of 80 patients, the sample of 67 respondents obtained by nonprobability sampling technique, the approach used was consecutive sampling. Result: The conclusion of this research is psychosocial aspect of patient of DM type II mostly is high, dissatisfaction and readiness to change is enough, setting and achieving goal is enough, self-empowerment  is high. Discussion: Understanding of respondents to Self-empowerment , how to handle the emotional response of patients due to long suffering from DM, and how to overcome barriers in doing diabetes mellitus treatment.

 

Key word: Self-empowerment , Type II Diabetes Mellitus

Published
2018-12-30
How to Cite
Pramesti, T. A., & Adiatmika, I. P. G. (2018). DESCRIPTION OF DIABETES MELLITUS PATIENT’S SELF-EMPOWERMENT IN MANGUSADA HOSPITAL, BADUNG DISTRICT. Bali Medika Jurnal, 5(2), 143-154. Retrieved from https://balimedikajurnal.com/index.php/bmj/article/view/44