PEMANFAATAN BETADINE SEBAGAI INDIKATOR UJI KLORIN PADA BERAS BERPEMUTIH

UTILIZATION OF BETADINE AS A CHLORINE TEST INDICATOR ON WHITE RICE

  • Nyoman Sudarma STIKes Wira Medika PPNI Bali
  • Sri Idayani STIKes Wira Medika PPNI Bali
  • Didik Setiawan STIKes Wira Medika PPNI Bali
  • Putu Oka Dharmawan STIKes Wira Medika PPNI Bali

Abstract

Klorin  merupakan salah satu penggunaan Bahan Makanan Tambahan yang dilarang. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.033/Menkes/Per/IX/2012, bahwa klorin tidak tercatat sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam kelompok pemutihan dan pematang tepung.  Klorin digunakan sebagai pemutih beras yang dimaksudkan agar beras memiliki kualitas super dengan harga yang tinggi. Masyarakat akan kesulitan membedakan beras yang mengandung klorin atau tidak sehingga perlu dilakukan uji sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat luas. Povidon iodine atau dikenal dengan betadine yang merupakan bahan antiseptik luka merupakan salah satu alternatif  digunakan untuk identifikasi secara kualitatif kandungan klorin baik pada makanan maupun air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah betadine dapat digunakan sebagai alternatif untuk identifikasi klorin pada sampel beras bermerk maupun non merk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa betadine dapat digunakan sebagai indikator identifikasi klorin pada sampel beras yang dijual di pasaran.  Sepuluh  sampel beras yang diidentifikasi dua diantaranya  terindikasi positif mengandung pemutih klorin. Sampel beras positif mengandung klorin jika setelah penambahan dengan betadine menghasilkan warna putih keruh. Uji penegasan dilakukan dengan menambahkan larutan amilum dan KI 10%  pada sampel beras dan menghasilkan warna biru kehitaman.

 

Kata kunci : beras, pemutih, klor, betadine

 

 

ABSTRACT

Chlorine is one of the prohibited uses of Foodstuffs. According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.033 / Menkes / Per / IX / 2012, that chlorine is not recorded as a Food Additives (BTP) in the bleaching and flour milling group. Chlorine is used as rice bleach which is intended to have a super quality rice at a high price. The community will find it difficult to distinguish whether or not rice contains chlorine or not, so a simple test can be carried out by the community. Povidon iodine, also known as betadine, which is an antiseptic wound, is one alternative used to qualitative identify chlorine content in food and water. The purpose of this study was to determine whether betadine can be used as an alternative for identification of chlorine in samples of branded and non-branded rice. The results showed that betadine could be used as an indicator of chlorine identification in rice samples sold in the market. Ten rice samples were identified, two of which were indicated to be positive for chlorine bleach. The rice sample is positive for chlorine if after adding it with betadine it produces a cloudy white color. The affirmation test was carried out by adding a solution of starch and 10% KI to the rice sample and producing a blackish blue color.


Key words: rice, bleach, chlorine, betadine

Author Biographies

Nyoman Sudarma, STIKes Wira Medika PPNI Bali

Prodi Analis Kesehatan

Sri Idayani, STIKes Wira Medika PPNI Bali

Prodi Analis Kesehatan

Didik Setiawan, STIKes Wira Medika PPNI Bali

Prodi Analis Kesehatan

Putu Oka Dharmawan, STIKes Wira Medika PPNI Bali

Prodi Analis Kesehatan

Published
2018-12-30
How to Cite
Sudarma, N., Idayani, S., Setiawan, D., & Dharmawan, P. O. (2018). PEMANFAATAN BETADINE SEBAGAI INDIKATOR UJI KLORIN PADA BERAS BERPEMUTIH. Bali Medika Jurnal, 5(2), 14-21. Retrieved from https://balimedikajurnal.com/index.php/bmj/article/view/32